Ajaran Niccolo Machiavelli (Italia) dalam bukunya “IIPrincipe” (Sang
Raja), bahwa kekuasaan raja adalah absolute/ mutlak. Semua yang berada
di negaranya termasuk kekayaan dan rakyatnya adalah kekuasaannya. Ajaran
Machiavelli telah dipraktekkan hamper di seluruh Perancis.
Dasar-dasar kekuasaan absolute di Perancis telah dikembangkan oleh Raja
Louis XIII (1610-1643) dan mencapai puncaknya masa pemerintahan Louis
XIV (1643-1715). Ucapannya yang terkenal L’etat c’est moi (Negara adalah
saya), Detroit devin (aku memerintaj atas perintah Tuhan). Istananya di
Versailles dikenal dengan nama Istana Sang Surya (Le Roy Soleil). Raja
dan bangsawan hidup dengan kemewahan sedang rakyat menderita karena
telah dibebani oleh berbagai pajak.
Sumber penghidupan rakyat di perdesaan adalah dari pertanian, terutama
gandum dan anggur. Sedangkan di perkotaan dan pelabuhan sebagai
pengrajin, pengusaha, dan pedagang.
Miskin dan menderitanya rakyat bukan disebabkan karena Perancis tidak
subur akan perdagangan yang tidak menguntungkan melainkan banyaknya
pajak yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga dapat dikatakan mereka
bekerja hanya untuk menghidupi raja, bangsawan beserta keluarganya.
Revolusi Perancis adalah revolusi melawa kezaliman, melawan lyani
menghancurkan system pemerintahan yang merugikan rakyat. Revolusi itu
terjadi disebabkan oleh :
1. Adanya penulisan-penulisan baru dalam lapangan politik pelopor
revolusi adalah golongan berjuis dan kaum cendikiawan. Mereka antara
lain Montesqiueu (1689-1755) yang menganjurkan agar terjadinya pemisahan
kekuasaan legislative, eksekutif dan yudikatif guna menghindari
absolutism monarkhi. JJ Rousseau (1712-1778) pada dasarnya kedaulatan
itu berada di tangan rakyat kemudian diserahkan kepada raja yang
dipilihnya, apalagi raja tak mampu lagi maka harus diganti. Beliau
adalah pencetus teori kedaulatan dan pencetus semboyan revolusi liberte,
egalite, dan fraternette. Voltaire (1694-1778) seorang kritikus yang
berani dan pedas beliau dianggap sebagai pendekar kebebasan dan
kemerdekaan.
2. Pengaruh paham perang kemerdekaan Amerika.
3. Adanya ketidakadilan dalam berbagai lapangan kehidupan.
4. Tidak adanya kekuasaan (Vacuum of Power). Raja Louis XVI lemah hingga tak punya wibawa.
5. Krisis keuangan Perancis mengalami deficit akibat diboroskannya
uang oleh keluarga raja dan bangsawan. Permaisuri Maria Antoinette
dijuluki “Madam Defisit”
Revolusi Perancis dimulai tanggal 14 Juli 1789 M dengan penyerbuan
penjara Bastille yang dianggap sebagai symbol Louis XVI. Bastille
diserbu dengan beberapa alas an :
1. Rakyat mendengar kabar raja akan menindas revolusi dengan kekuatan militernya dan disana terdapat gudang misiu.
2. Akan membebaskan tahanan yang umumnya rakyat tak bersalah.
3. Meruntuhkan symbol kerajaan Louis.
Revolusi berhasil menguasai istana, pada tanggal 16 Januari 1793 M. raja
Louis XVI dipenggal dengan pisau Quillotine menyusul kemudian Maria
Antoinette. Raja-raja Eopa dengan melapor Austria hendak menggagalkan
revolusi. Perancis di bawah pemerintahan revolusioner membentuk Negara
tentara milisi dipimpin Napoleon Bonnaparte dengan semboyan liberte,
egalite, dan fraternette (diabadikan pada warna bendera
biru-putih-merah) rakyat terus mengobarkan revolusi, danmengadakan
perang koalisi dalam perjalanan mereka menyanyikan lagu Merseillaise
(menjadi lagu nasional sekarang).
Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte menjadi “sang
Penyelamat”, menyelamatkan Perancis dari gempuran Negara-negara koalisi
bahkan oleh rakyat kemudian beliau diangkat menjadi kaisar.
Pada perang koalisi ke VI 1814 Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi
dan Napoleon dibuang ke pulau elba. Pada tahun 1815 Napoleon meloloskan
diri dan terjadi perang koalisi ke VII Perancis dapat dikalahkan kembali
dan Napoleon dibuang ke pulau St. Helena.
Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas , secara politisi
lahirnya paham-paham baru liberalism, demokrasi dan nasionalisme sebagai
perkembangan dari semboyan revolusi liberte, egalite, dan franternette.
Secara ekonomis, penghapusan system ekonomi foedalis, terjadinya
industrialisasi di Eropa akibat dari blockade ekonomi Inggris oleh
Napoleon dan Inggris kehilangan pasar di Eropa.
Revolusi perancis tidak hanya membawa pengaruh besar di daratan Eropa
tetapi juga telah meluas ke berbagai benua hingga ke Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar