Jumat, 09 November 2012

Sejarah Revolusi Perancis

Ajaran Niccolo Machiavelli (Italia) dalam bukunya “IIPrincipe” (Sang Raja), bahwa kekuasaan raja adalah absolute/ mutlak. Semua yang berada di negaranya termasuk kekayaan dan rakyatnya adalah kekuasaannya. Ajaran Machiavelli telah dipraktekkan hamper di seluruh Perancis.

Dasar-dasar kekuasaan absolute di Perancis telah dikembangkan oleh Raja Louis XIII (1610-1643) dan mencapai puncaknya masa pemerintahan Louis XIV (1643-1715). Ucapannya yang terkenal L’etat c’est moi (Negara adalah saya), Detroit devin (aku memerintaj atas perintah Tuhan). Istananya di Versailles dikenal dengan nama Istana Sang Surya (Le Roy Soleil). Raja dan bangsawan hidup dengan kemewahan sedang rakyat menderita karena telah dibebani oleh berbagai pajak.

Sumber penghidupan rakyat di perdesaan adalah dari pertanian, terutama gandum dan anggur. Sedangkan di perkotaan dan pelabuhan sebagai pengrajin, pengusaha, dan pedagang.

Miskin dan menderitanya rakyat bukan disebabkan karena Perancis tidak subur akan perdagangan yang tidak menguntungkan melainkan banyaknya pajak yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga dapat dikatakan mereka bekerja hanya untuk menghidupi raja, bangsawan beserta keluarganya.

Revolusi Perancis adalah revolusi melawa kezaliman, melawan lyani menghancurkan system pemerintahan yang merugikan rakyat. Revolusi itu terjadi disebabkan oleh :

1. Adanya penulisan-penulisan baru dalam lapangan politik pelopor revolusi adalah golongan berjuis dan kaum cendikiawan. Mereka antara lain Montesqiueu (1689-1755) yang menganjurkan agar terjadinya pemisahan kekuasaan legislative, eksekutif dan yudikatif guna menghindari absolutism monarkhi. JJ Rousseau (1712-1778) pada dasarnya kedaulatan itu berada di tangan rakyat kemudian diserahkan kepada raja yang dipilihnya, apalagi raja tak mampu lagi maka harus diganti. Beliau adalah pencetus teori kedaulatan dan pencetus semboyan revolusi liberte, egalite, dan fraternette. Voltaire (1694-1778) seorang kritikus yang berani dan pedas beliau dianggap sebagai pendekar kebebasan dan kemerdekaan.

2. Pengaruh paham perang kemerdekaan Amerika.

3. Adanya ketidakadilan dalam berbagai lapangan kehidupan.

4. Tidak adanya kekuasaan (Vacuum of Power). Raja Louis XVI lemah hingga tak punya wibawa.

5. Krisis keuangan Perancis mengalami deficit akibat diboroskannya uang oleh keluarga raja dan bangsawan. Permaisuri Maria Antoinette dijuluki “Madam Defisit”

Revolusi Perancis dimulai tanggal 14 Juli 1789 M dengan penyerbuan penjara Bastille yang dianggap sebagai symbol Louis XVI. Bastille diserbu dengan beberapa alas an :

1. Rakyat mendengar kabar raja akan menindas revolusi dengan kekuatan militernya dan disana terdapat gudang misiu.

2. Akan membebaskan tahanan yang umumnya rakyat tak bersalah.

3. Meruntuhkan symbol kerajaan Louis.

Revolusi berhasil menguasai istana, pada tanggal 16 Januari 1793 M. raja Louis XVI dipenggal dengan pisau Quillotine menyusul kemudian Maria Antoinette. Raja-raja Eopa dengan melapor Austria hendak menggagalkan revolusi. Perancis di bawah pemerintahan revolusioner membentuk Negara tentara milisi dipimpin Napoleon Bonnaparte dengan semboyan liberte, egalite, dan fraternette (diabadikan pada warna bendera biru-putih-merah) rakyat terus mengobarkan revolusi, danmengadakan perang koalisi dalam perjalanan mereka menyanyikan lagu Merseillaise (menjadi lagu nasional sekarang).

Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte menjadi “sang Penyelamat”, menyelamatkan Perancis dari gempuran Negara-negara koalisi bahkan oleh rakyat kemudian beliau diangkat menjadi kaisar.

Pada perang koalisi ke VI 1814 Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi dan Napoleon dibuang ke pulau elba. Pada tahun 1815 Napoleon meloloskan diri dan terjadi perang koalisi ke VII Perancis dapat dikalahkan kembali dan Napoleon dibuang ke pulau St. Helena.

Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas , secara politisi lahirnya paham-paham baru liberalism, demokrasi dan nasionalisme sebagai perkembangan dari semboyan revolusi liberte, egalite, dan franternette. Secara ekonomis, penghapusan system ekonomi foedalis, terjadinya industrialisasi di Eropa akibat dari blockade ekonomi Inggris oleh Napoleon dan Inggris kehilangan pasar di Eropa.

Revolusi perancis tidak hanya membawa pengaruh besar di daratan Eropa tetapi juga telah meluas ke berbagai benua hingga ke Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar