Mengetahui asal usul mandailing, maka kita harus ke masa lalu. Asal
usul mandailing dan sejarah mandailing natal harus ditulis berdasarkan
data empiris. Asal usul mandailingtidak hanya dicatat berdasar penuturan
cerita rakyat.
Baiklah, cerita rakyat dibutuhkan sebagai pelengkap data empiris
tadi, tetapi bingkai penulisan sejarah asal usul mandailing tetap harus
dengan bingkai yang realistis, logis dan sistematis. Sejarah mandailing
harus dibebaskan dari sentuhan subjektif, seperti fanatisme
keyakinan,dan fatalisme silsilah Raja Batak.
Jika kita sudah menyimpulkan suatu hal, “asal usul mandailing dari
batak toba”. Maka kita telah berhenti untuk berfikir dan menggali
pertanyaan: dari mana asal usul mandailing? Dengan vonis, “asal usul
mandailing adalah dari batak toba” kita telah membunuh sejarah asal usul
mandailing. Siapa yang tahu pasti asal usul mandailing dari batak toba
kecuali nenek moyang mandailing itu sendiri. Dan sayangnya mereka yang
telah pergi tidak menitipkan surat wasiat dan catatan yang bisa
dimengerti dan jelas mereka berasal dari mana. Jadi seseorang yang hidup
di zaman ini tidak punya hak memvonis asal usul mandailing dari batak
toba atau tidak. Istilah mandailingnya: “Dont punish if you dont know”.
Bagaimana cara mengetahui pasti asal usul mandailing dari mana,
adalah menggunakan metode ilmiah, penggalian penggalian situs dan
pemetaan daerah perkampungan masa lalu. Dengan cara ini kita bisa meraba
asal usul mandailing dari toba atau bukan, selanjutnya jika fakta
memungkinkan kita bisa menyimpulkan asal usul mandailing dari daerah
mana, baru kita bisa mencatatnya dalam sejarah yang baku.
Hanya dengan cara ini asal usul mandailing bisa disingkap, jadi tidak
pantas hanya karena seseorang berasal dari batak toba dan punya catatan
silsilah (tarombo) menggeneralisir, “asal mandailing dari batak toba”,
sebaliknya, sesorang yang merasa tidak punya pertalian darah mengatakan,
“asal usul mandailing adalah dari vietnam”. Jadi mari berfikir logis
bahwa asal usul mandailing adalah fakta yang terpisah dari kesimpulan
siapapun.
Seseorang boleh berpendapat, tentunya berdasarkan logika yang jernih,
tentang asal usul mandailing. Sangat bagus membuat diskursus, tesa anti
tesa dan sintesa. Ungkapkanlah data dan fakta serta logika, tentu saja
akan memperkaya khasanah perbendaharaan asal usul mandailing. Dengan
suatu kesadaran, bahwa mandailing bukan milik seseorang, sebaliknya
mandailing memiliki orang mandailing.
Seperti kesimpulan saya, asal usul mandailing
tidak dari batak toba. Seseorang boleh setuju atau tidak. Mari kita
berdiskusi dan seperti tadi, ungkapkan fakta yang anda punya.
Asal usul mandailing tidak dari batak toba karena tidak mungkin Raja
Batak atau siapapun nenek moyang orang batak tiba tiba muncul dari perut
bumi atau jatuh dari langit di suatu tempat di tanah toba, lalu beranak
pinak menjadi suku batak.
Saya banyak mendengar “lelucon” bahwa pada jaman dahulu kala hiduplah
seorang Ompu Mula Di Najadi Nabolon, Raja Batak yang memerintah
sendirian dan kesepian, karena tidak seorang pun berada selain dirinya
dan keluarganya yang berada di puncak gunung itu. Seperti itukah yang
masuk akal?
Dalam bayangan saya, orang batak yang mendiami toba yang pertama kali
adalah sekelompok keluarga yang punya pemimpin dari keluarga itu
sendiri. Migrasi massal adalah fakta sejarah yang tercatat di manapun di
tanah batak.
Migrasi disebabkan perpecahan di satu klan, dan kelompok yang kalah
akan pindah dan menempati suatu daerah yang baru. Jika tempat itu
“milik” marga tertentu, mereka yang jadi pendatang kemudian menjadi
“anak boru”, tetapi tidak menjadi raja. Jika tempat baru itu kosong
tanpa otoritas marga apapun, pemimpin mereka itu pun berubah jadi raja.
Demikianlah polanya.
Asal usul mandailing
karena itu tidak dari batak toba, karena orang batak pertama kali tiba
di tanah batak akan menempati sisi terluar dari pulau, dan kemudian
seperti pola di atas akan menyebar hingga ke tanah toba dan padang
bolak. Penyebaran penduduk bisa dari dua sisi pulau Sumatera, pesisi
barat dan timur. Jika demikian, batak toba punya dua kemungkinan:
berasal dari pantai timur atau barat.
Yang pasti adalah, asal usul mandailing tidak dari toba.
Patut diakui bahwa fakta, banyak suku marga yang berasal dari batak
toba hidup sebagai orang mandailing. Tetapi itu terjadi pada masa
berikutnya dalam kronologi sejarah batak. Patut di ingat, orang
mandailing tidak homogen, tetapi percampuran darah dari radius 1000
kilometer. Sutan Mahmud, yang leluhurnya berasal dari minangkabau adalah
orang mandailing, dan ia telah menjadi marga lubis. Jimmy yang orang
tuanya berasal dari mandailing sekarang telah menjadi orang sunda. Semua
bisa lebur menjadi siapapun dan marga apapun mengikuti kronologi
sejarah.
Karena itu, tidak tepat, karena seorang siregar, harahap atau daulay
punya silsilah rinci mereka berasal dari batak toba lalu ia memfonis:
“Asal usul mandailing dari batak toba”.
Fakta untuk melengkapi bahwa Mandailing tidak berasal dari Batak dan
Toba adalah tulisan Mpu Prapanca dalam Negarakertagama sekitar 1365 M.
Jumat, 09 November 2012
Sejarah Napoleon Bonaparte
Kaisar Napoleon Bonaparte (lahir di pulau Korsika, 15 Agustus 1769 – meninggal 5 Mei 1821 pada umur 51 tahun) berasal dari sebuah keluarga bangsawan lokal dengan nama Napoleone di Buonaparte (dalam bahasa Korsika, Nabolione atau Nabulione). Di kemudian hari ia mengadaptasi nama Napoléon Bonaparte yang lebih berbau Perancis.
Asal - usul pendidikan
Napoleon Bonaparte adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Ia lahir di Casa Bounaparte, di kota Ajaccio, Korsika, pada tanggal 15 Agustus 1769, satu tahun setelah kepulauan tersebut diserahterimakan Republik Genoa kepada Perancis. Ia lahir dengan nama Napoleone di Bounaparte, namun ia mengubah namanya menjadi Napoléon Bonaparte yang lebih berbau Perancis.
Keluarga Bounaparte adalah keluarga bangsawan yang berasal dari Italia, yang pindah ke Korsika di abad ke-16 Ayahnya, Nobile Carlo Bounaparte, seorang pengacara, pernah menjadi perwakilan korsika saat Louis XVI berkuasa di tahun 1777. Ibunya bernama Maria Letizia Ramolino. Ia memiliki seorang kakak, Joseph; dan 5 adik, yaitu Lucien, Elisa, Louis, Pauline, Caroline, dan Jérôme. Napoleon di baptis sebagai katolik beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang kedua, tepatnya tanggal 21 Juli 1771 di Katerdal Ajaccio.
Kebangsawanan, kekayaan, serta koneksi keluarganya yang luas memberikan Napoleon kesempatan yang luas untuk belajar hingga ke jenjang yang tinggi. Pada bulan Januari 1779, Napoleon didaftarkan pada sebuah sekolah agama di Autun, Perancis, untuk belajar bahasa Perancis, dan pada bulan Mei ia mendaftar di sebuah akademi militer di Brienne-le-Château. Di sekolah, ia berbicara dengan logat Korsika yang kental sehingga ia sering dicemooh teman-temannya; memaksanya untuk belajar. Napoleon pintar matematika, dan cukup memahami pelajaran sejarah dan geografi. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Brienne pada 1784, Napoleon mendaftar di sekolah elit École Militaire di Paris. Di sana ia dilatih menjadi seorang perwira artileri. Ketika bersekolah di sana, ayahnya meninggal. Ia pun dipaksa menyelesaikan sekolah yang normalnya memakan waktu dua tahun itu menjadi satu tahun. Ia diuji oleh ilmuwan terkenal Pierre-Simon Laplace, yang di kemudian hari ditunjuk oleh Napoleon untuk menjadi anggota senat.
Karir Militer
Ia menjadi siswa di Akademi Militer Brienne tahun 1779 pada usia 10 tahun, kecerdasannya membuat Napoleon lulus akademi di usia 15 tahun. Karier militernya menanjak pesat setelah dia berhasil menumpas kerusuhan yang dimotori kaum pendukung royalis dengan cara yang sangat mengejutkan: menembakkan meriam di kota Paris dari atas menara. Peristiwa itu terjadi tahun 1795 saat Napoleon berusia 26 tahun. Berbagai perang yang dimenangkannya diantaranya melawan Austria dan Prusia.
Masa kejayaan
Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan. Diantaranya adalah Belanda dengan diangkatnya adiknya Louis Napoleon,Spanyol dengan diangkatnya Joseph Napoleon, Swedia dengan diangkatnya Jenderal Bernadotte sebagai raja yang kemudian melakukan pengkhianatan, sebagian besar wilayah Italia yang direbut dari Austria dan Polandia dengan diangkatnya Joseph Poniatowski sebagai wali negara Polandia.
Pernikahan
Menikahi seorang janda bernama Joséphine de Beauharnais, kehidupan perkawinan Napoleon penuh dengan ketidakpercayaan dan perselingkuhan diantaranya perselingkuhan Napoleon dengan gadis Polandia Maria Walewska sampai akhirnya Joséphine menjadi istri yang setia. Karena usianya yang lebih tua, Joséphine tidak memberikan keturunan pada Napoleon yang kemudian diceraikannya. Kemudian menikah lagi dengan Putri Kaisar Austria Marie Louise putri dari Kaisar Francois I yang mengikat persekutuan Austria dan Perancis yang dilakukan Kaisar Austria atas nasihat perdana menteri Matternich untuk menyelamatkan negaranya. Pernikahan itu berakhir dengan kekalahan Napoleon yang pertama dengan jatuhnya kota Paris akibat diserang Rusia, Austria dan Prusia serta dibuangnya Napoleon ke pulau Elba. Marie Louise sendiri dibawa pulang oleh ayahnya ke Wina.
Kemenangan dan kekalahan
Namun tidak semua peperangan di Eropa dimenangkannya. Kegagalannya menghadapi gerilyawan di Spanyol. Kekalahan pada pertempuran laut di Trafalgar antara armada Perancis-Spanyol yang dipimpin oleh Admiral Villeneuve dengan armada Britania Raya yang dipimpin oleh Laksamana Nelson meskipun Nelson gugur dalam pertempuran ini (terkena tembakan sniper Perancis). Kegagalan dalam kampanye di Mesir yang akibatnya berhadapan dengan kekuatan Britania, Mesir dan Turki. Kegagalan dalam menyerang Rusia karena ketangguhan dan kecerdikan strategi Jendral Kotusov dan Tsar Aleksandr I dalam menghadapi pasukan Perancis dengan memanfaatkan musim dingin Rusia yang dikenal mematikan serta pengkhianatan Raja Swedia Jendral Bernadotte. Strategi Rusia dalam hal ini adalah membakar kota Moskwa ketika Napoleon berhasil menaklukkan kota itu dan mengharapkan sumber logistik baru. Kekalahan di Rusia diulangi lagi oleh Adolf Hitler dari Jerman pada Perang Dunia II. Kekalahan yang mengakhiri kariernya sebagai Kaisar Perancis setelah melarikan diri dari Pulau Elba dan memerintah kembali di Perancis selama 100 hari adalah kekalahan di Waterloo ketika berhadapan dengan kekuatan Inggris yang dipimpin Duke of Wellington, Belanda oleh Pangeran van Oranje dan Prusia yang dipimpin oleh General Blücher serta persenjataan baru hasil temuan Jendral Shrapnel dari Inggris, yang mengakibatkan dia dibuang ke Pulau Saint Helena sampai wafatnya.
kode napoleon
Undang-undang Napoleon (bahasa Perancis: Code civil des Français) adalah undang-undang sipil Perancis yang disusun pada masa kekuasaan Napoleon Bonaparte. Disusun secara cepat oleh komisi yang terdiri dari empat orang ahli hukum terkenal Perancis dan mulai diberlakukan pada tanggal 21 Maret 1804.
Meskipun undang-undang Napoleon ini bukanlah undang-undang sipil resmi pertama yang disusun di negara Eropa - didahului oleh Codex Maximilianeus bavaricus civilis (Bavaria, 1756), Allgemeines Landrecht (Prussia, 1792) dan West Galician Code, (Galicia, Austria, 1797) - tetapi dianggap sebagai undang-undang sipil pertama yang berhasil dan sangat memengaruhi perundang-undangan di banyak negara.
Sejarah Revolusi Perancis
Ajaran Niccolo Machiavelli (Italia) dalam bukunya “IIPrincipe” (Sang
Raja), bahwa kekuasaan raja adalah absolute/ mutlak. Semua yang berada
di negaranya termasuk kekayaan dan rakyatnya adalah kekuasaannya. Ajaran
Machiavelli telah dipraktekkan hamper di seluruh Perancis.
Dasar-dasar kekuasaan absolute di Perancis telah dikembangkan oleh Raja Louis XIII (1610-1643) dan mencapai puncaknya masa pemerintahan Louis XIV (1643-1715). Ucapannya yang terkenal L’etat c’est moi (Negara adalah saya), Detroit devin (aku memerintaj atas perintah Tuhan). Istananya di Versailles dikenal dengan nama Istana Sang Surya (Le Roy Soleil). Raja dan bangsawan hidup dengan kemewahan sedang rakyat menderita karena telah dibebani oleh berbagai pajak.
Sumber penghidupan rakyat di perdesaan adalah dari pertanian, terutama gandum dan anggur. Sedangkan di perkotaan dan pelabuhan sebagai pengrajin, pengusaha, dan pedagang.
Miskin dan menderitanya rakyat bukan disebabkan karena Perancis tidak subur akan perdagangan yang tidak menguntungkan melainkan banyaknya pajak yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga dapat dikatakan mereka bekerja hanya untuk menghidupi raja, bangsawan beserta keluarganya.
Revolusi Perancis adalah revolusi melawa kezaliman, melawan lyani menghancurkan system pemerintahan yang merugikan rakyat. Revolusi itu terjadi disebabkan oleh :
1. Adanya penulisan-penulisan baru dalam lapangan politik pelopor revolusi adalah golongan berjuis dan kaum cendikiawan. Mereka antara lain Montesqiueu (1689-1755) yang menganjurkan agar terjadinya pemisahan kekuasaan legislative, eksekutif dan yudikatif guna menghindari absolutism monarkhi. JJ Rousseau (1712-1778) pada dasarnya kedaulatan itu berada di tangan rakyat kemudian diserahkan kepada raja yang dipilihnya, apalagi raja tak mampu lagi maka harus diganti. Beliau adalah pencetus teori kedaulatan dan pencetus semboyan revolusi liberte, egalite, dan fraternette. Voltaire (1694-1778) seorang kritikus yang berani dan pedas beliau dianggap sebagai pendekar kebebasan dan kemerdekaan.
2. Pengaruh paham perang kemerdekaan Amerika.
3. Adanya ketidakadilan dalam berbagai lapangan kehidupan.
4. Tidak adanya kekuasaan (Vacuum of Power). Raja Louis XVI lemah hingga tak punya wibawa.
5. Krisis keuangan Perancis mengalami deficit akibat diboroskannya uang oleh keluarga raja dan bangsawan. Permaisuri Maria Antoinette dijuluki “Madam Defisit”
Revolusi Perancis dimulai tanggal 14 Juli 1789 M dengan penyerbuan penjara Bastille yang dianggap sebagai symbol Louis XVI. Bastille diserbu dengan beberapa alas an :
1. Rakyat mendengar kabar raja akan menindas revolusi dengan kekuatan militernya dan disana terdapat gudang misiu.
2. Akan membebaskan tahanan yang umumnya rakyat tak bersalah.
3. Meruntuhkan symbol kerajaan Louis.
Revolusi berhasil menguasai istana, pada tanggal 16 Januari 1793 M. raja Louis XVI dipenggal dengan pisau Quillotine menyusul kemudian Maria Antoinette. Raja-raja Eopa dengan melapor Austria hendak menggagalkan revolusi. Perancis di bawah pemerintahan revolusioner membentuk Negara tentara milisi dipimpin Napoleon Bonnaparte dengan semboyan liberte, egalite, dan fraternette (diabadikan pada warna bendera biru-putih-merah) rakyat terus mengobarkan revolusi, danmengadakan perang koalisi dalam perjalanan mereka menyanyikan lagu Merseillaise (menjadi lagu nasional sekarang).
Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte menjadi “sang Penyelamat”, menyelamatkan Perancis dari gempuran Negara-negara koalisi bahkan oleh rakyat kemudian beliau diangkat menjadi kaisar.
Pada perang koalisi ke VI 1814 Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi dan Napoleon dibuang ke pulau elba. Pada tahun 1815 Napoleon meloloskan diri dan terjadi perang koalisi ke VII Perancis dapat dikalahkan kembali dan Napoleon dibuang ke pulau St. Helena.
Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas , secara politisi lahirnya paham-paham baru liberalism, demokrasi dan nasionalisme sebagai perkembangan dari semboyan revolusi liberte, egalite, dan franternette. Secara ekonomis, penghapusan system ekonomi foedalis, terjadinya industrialisasi di Eropa akibat dari blockade ekonomi Inggris oleh Napoleon dan Inggris kehilangan pasar di Eropa.
Revolusi perancis tidak hanya membawa pengaruh besar di daratan Eropa tetapi juga telah meluas ke berbagai benua hingga ke Indonesia.
Dasar-dasar kekuasaan absolute di Perancis telah dikembangkan oleh Raja Louis XIII (1610-1643) dan mencapai puncaknya masa pemerintahan Louis XIV (1643-1715). Ucapannya yang terkenal L’etat c’est moi (Negara adalah saya), Detroit devin (aku memerintaj atas perintah Tuhan). Istananya di Versailles dikenal dengan nama Istana Sang Surya (Le Roy Soleil). Raja dan bangsawan hidup dengan kemewahan sedang rakyat menderita karena telah dibebani oleh berbagai pajak.
Sumber penghidupan rakyat di perdesaan adalah dari pertanian, terutama gandum dan anggur. Sedangkan di perkotaan dan pelabuhan sebagai pengrajin, pengusaha, dan pedagang.
Miskin dan menderitanya rakyat bukan disebabkan karena Perancis tidak subur akan perdagangan yang tidak menguntungkan melainkan banyaknya pajak yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga dapat dikatakan mereka bekerja hanya untuk menghidupi raja, bangsawan beserta keluarganya.
Revolusi Perancis adalah revolusi melawa kezaliman, melawan lyani menghancurkan system pemerintahan yang merugikan rakyat. Revolusi itu terjadi disebabkan oleh :
1. Adanya penulisan-penulisan baru dalam lapangan politik pelopor revolusi adalah golongan berjuis dan kaum cendikiawan. Mereka antara lain Montesqiueu (1689-1755) yang menganjurkan agar terjadinya pemisahan kekuasaan legislative, eksekutif dan yudikatif guna menghindari absolutism monarkhi. JJ Rousseau (1712-1778) pada dasarnya kedaulatan itu berada di tangan rakyat kemudian diserahkan kepada raja yang dipilihnya, apalagi raja tak mampu lagi maka harus diganti. Beliau adalah pencetus teori kedaulatan dan pencetus semboyan revolusi liberte, egalite, dan fraternette. Voltaire (1694-1778) seorang kritikus yang berani dan pedas beliau dianggap sebagai pendekar kebebasan dan kemerdekaan.
2. Pengaruh paham perang kemerdekaan Amerika.
3. Adanya ketidakadilan dalam berbagai lapangan kehidupan.
4. Tidak adanya kekuasaan (Vacuum of Power). Raja Louis XVI lemah hingga tak punya wibawa.
5. Krisis keuangan Perancis mengalami deficit akibat diboroskannya uang oleh keluarga raja dan bangsawan. Permaisuri Maria Antoinette dijuluki “Madam Defisit”
Revolusi Perancis dimulai tanggal 14 Juli 1789 M dengan penyerbuan penjara Bastille yang dianggap sebagai symbol Louis XVI. Bastille diserbu dengan beberapa alas an :
1. Rakyat mendengar kabar raja akan menindas revolusi dengan kekuatan militernya dan disana terdapat gudang misiu.
2. Akan membebaskan tahanan yang umumnya rakyat tak bersalah.
3. Meruntuhkan symbol kerajaan Louis.
Revolusi berhasil menguasai istana, pada tanggal 16 Januari 1793 M. raja Louis XVI dipenggal dengan pisau Quillotine menyusul kemudian Maria Antoinette. Raja-raja Eopa dengan melapor Austria hendak menggagalkan revolusi. Perancis di bawah pemerintahan revolusioner membentuk Negara tentara milisi dipimpin Napoleon Bonnaparte dengan semboyan liberte, egalite, dan fraternette (diabadikan pada warna bendera biru-putih-merah) rakyat terus mengobarkan revolusi, danmengadakan perang koalisi dalam perjalanan mereka menyanyikan lagu Merseillaise (menjadi lagu nasional sekarang).
Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte menjadi “sang Penyelamat”, menyelamatkan Perancis dari gempuran Negara-negara koalisi bahkan oleh rakyat kemudian beliau diangkat menjadi kaisar.
Pada perang koalisi ke VI 1814 Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi dan Napoleon dibuang ke pulau elba. Pada tahun 1815 Napoleon meloloskan diri dan terjadi perang koalisi ke VII Perancis dapat dikalahkan kembali dan Napoleon dibuang ke pulau St. Helena.
Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas , secara politisi lahirnya paham-paham baru liberalism, demokrasi dan nasionalisme sebagai perkembangan dari semboyan revolusi liberte, egalite, dan franternette. Secara ekonomis, penghapusan system ekonomi foedalis, terjadinya industrialisasi di Eropa akibat dari blockade ekonomi Inggris oleh Napoleon dan Inggris kehilangan pasar di Eropa.
Revolusi perancis tidak hanya membawa pengaruh besar di daratan Eropa tetapi juga telah meluas ke berbagai benua hingga ke Indonesia.
Sejarah Masuknya Kristen Di Indonesia
Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di pulau Flores dan Timor.
Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.
[sunting] Umat Katolik Perintis di Indonesia: 645 - 1500
Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Barat. Fakta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku “Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya”. yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia.
Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Barat adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia. Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria (Gereja Katolik Indonesia seri 1, diterbitkan oleh KWI)
[sunting] Awal Mula: abad ke-14 sampai abad ke-18
Dan selanjutnya abad ke-14 dan ke-15 entah sebagai kelanjutan umat di Barus atau bukan ternyata ada kesaksian bahwa abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan.
Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis yang berdagang rempah-rempah.
Banyak orang Portugis yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Katolik Roma di Indonesia, dimulai dari kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus Xaverius, mengunjungi pulau itu dan membaptiskan beberapa ribu penduduk setempat.
Selama masa VOC, banyak praktisi paham Katolik Roma yang jatuh, dalam hal kaitan kebijakan VOC yang mengutuk agama itu. Yang paling tampak adalah di Flores dan Timor Timur, dimana VOC berpusat. Lebih dari itu, para imam Katolik Roma telah dikirim ke penjara atau dihukum dan digantikan oleh para imam Protestan dari Belanda.Seorang imam Katolik Roma telah dieksekusi karena merayakan misa kudus di suatu penjara semasa Jan Pieterszoon Coen menjabat sebagai gubernur Hindia Belanda.
Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil dibandingkan para penganut Protestan. Mereka kebanyakan tinggal di Papua dan Flores.
[sunting] Kristen Protestan
Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda. Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota, sebagian besar dari mereka merasa gelisah atas cita-cita politik partai Islam.
Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 17% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja dan Sulawesi Tengah. Sekitar 65% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, seperti Adventist atau Bala Keselamatan, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.
Di Indonesia, terdapat dua provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua dan Sulawesi Utara, dengan 60% dan 64% dari jumlah penduduk.Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk asli. Di Sulawesi Utara, kaum Minahasa yang berpusat di sekeliling Manado, berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-19. Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli Sulawesi Utara menjalankan beberapa aliran Protestan. Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama Islam juga mulai berdatangan. Pada tahun 2006, lima persen dari jumlah penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.
Sejarah Masuknya Hindu Budha Ke Indonesia
Agama Hindu dan Budha berasal dari Jazirah India yang sekarang meliputi
wilayah negara India, Pakistan, dan Bangladesh. Kedua agama ini muncul
pada dua waktu yang berbeda (Hindu: ±1500 SM, Budha: ±500 SM), namun
berkembang di Indonesia pada waktu yang hampir bersamaan. Munculnya
agama Hindu dan Budha di Indonesia berawal dari hubungan dagang antara
pusat Hindu Budha di Asia seperti China dan India dengan Nusantara.
Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari
wilayah Hindu Budha inilah yang menyebabkan adanya asimilasi budaya,
sehingga agama Hindu dan Budha lambat laun mulai berkembang di
Nusantara.
Kepulauan Nusantara yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta oleh dua samudra (Hindia dan Pasifik), mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia kala itu. Hal ini membuat para pedagang asing dari negeri-negeri lain seperti Cina, India, Persia, dan Arab sering singgah di kepulauan Nusantara. Para pedagang asing ini tidak hanya berkepentingan untuk berdagang di Nusantara. Mereka juga menjalin interaksi secara sosial budaya dengan masyarakat lokal, sehingga masuklah pengaruh-pengaruh kebudayaan mereka ke Nusantara, termasuk pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha. Sebenarnya ada beberapa teori yang diajukan oleh para ahli mengenai siapa sebenarnya yang membawa agama Hindu dan Budha di Indonesia, berikut adalah beberapa teori/hipotesa mengenai masuknya agama hindu dan budha di indonesia.
1. Teori Brahmana
Teori yang diprakarsai oleh Van Leur ini menyatakan bahwa kaum Hindu dari kasta Brahmanalah yang mempunyai peran paling besar dalam proses masuknya agama dan budaya Hindu di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa Kitab Weda ditulis dengan Bahasa Sansekerta yang hanya dipahami oleh kaum Brahmana. Para Brahmana yang berasal dari pusat-pusat Hindu di dunia ini datang karena undangan para penguasa lokal yang ingin yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai agama Hindu. Para raja/penguasa pribumi tersebut adalah penganut kepercayaan animisme dan dinamisme sebelum datangnya pengaruh Hindu dan Budha.
2. Hipotesa Ksatria
Menurut teori yang diusung oleh C.C. Berg ini, agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh kaum ksatria (kaum prajurit kerajaan). Hal ini terjadi karena pada awal abad Masehi sering terjadi kekacauan politik di India sehingga sering terjadi perang antargolongan di negeri ini. Para prajurit perang yang terdasak musuh atau telah jenuh berperang akhirnya meninggalkan tanah air mereka. Diantara para ksatria yang mencari tempat pelarian ini, sebagian ada yang mencapai Indonesia. Mereka inilah yang kemudian membuat koloni dan beralkulturasi dengan penduduk lokal. Hal ini membuat semakin banyak masyarakat lokal yang menganut agama Hindu, pada perkembangan berikutnya, akhirnya lahirlah kerajaan Hindu di Nusantara.
3. Hipotesa Waisya
Menurut teori ini, kaum Hindu dari kasta Waisya adalah yang paling berjasa dalam penyebaran agama Hindu di Indonesia. Kaum Waisya adalah mereka yang berasal dari kalangan pekerja ekonomi seperti pedagang dan saudagar. Para pedagang yang berasal dari India atau pusat-pusat Hindu lain di Asia ini banyak melakukan hubungan dagang dengan masyarakat atau penguasa pribumi. Hali inilah yang membuka peluang bagi masuknya agama Hindu di Indonesia. Teori Waisya ini diprakarsai oleh Dr. N. J. Krom.
4. Hipotesa Sudra
Orang-orang yang tergolong dalam Kasta Sudra adalah mereka yang dianggap sebagai orang buangan. Kaum Sudra ini diduga datang ke Indonesia bersama kaum Waisya atau Ksatria. Karena datang dalam jumlah yang sangat besar, kaum Sudra inilah yang telah memberikan andil paling besar terkait masuknya agama Hindu ke Indonesia.
Meskipun disampaikan oleh para ahli, keempat teori diatas tetap mempunyai kelemahannya masing-masing. Hal tersebutkarena kitab Weda yang merupakan kitab suci agama Hindu ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan Pallawa yang notabene hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Kaum Ksatria, Waisya, dan Sudra tentu saja akan sangat kesulitan menyebarkan agama Hindu di Indonesia karena mereka tidak memahami Bahasa Sansekerta yang merupakan bahasa dalam kitab Weda. Namun demikian, menurut kepercayaan India kuno, kaum Brahmana tidak boleh menyeberangi lautan sehingga hampir mustahil untuk kaum Brahmana menyebarkan Hindu di Indonesia Secara langsung.
Karena keempat teori yang saya sampaikan diatas memiliki banyak kelemahan, maka muncullah teori lain yaitu teori arus balik. Teori ini dicetuskan oleh F.D.K Bosch, menurutnya Agama Hindu masuk ke Indonesia karena dibawa oleh orang Indonesia sendiri. Orang-orang Indonesia yang membawa Agama Hindu ke Indonesia ini berasal dari golongan pemuda yang memang sengaja dikirim oleh para penguasa pribumi untuk mempelajari agama Hindu dan Budha di India. Setelah selesai belajar di India, mereka kemudian pulang ke Nusantara lalu mulai menyebarkan agama Hindu atau Budha.
Kepulauan Nusantara yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta oleh dua samudra (Hindia dan Pasifik), mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia kala itu. Hal ini membuat para pedagang asing dari negeri-negeri lain seperti Cina, India, Persia, dan Arab sering singgah di kepulauan Nusantara. Para pedagang asing ini tidak hanya berkepentingan untuk berdagang di Nusantara. Mereka juga menjalin interaksi secara sosial budaya dengan masyarakat lokal, sehingga masuklah pengaruh-pengaruh kebudayaan mereka ke Nusantara, termasuk pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha. Sebenarnya ada beberapa teori yang diajukan oleh para ahli mengenai siapa sebenarnya yang membawa agama Hindu dan Budha di Indonesia, berikut adalah beberapa teori/hipotesa mengenai masuknya agama hindu dan budha di indonesia.
1. Teori Brahmana
Teori yang diprakarsai oleh Van Leur ini menyatakan bahwa kaum Hindu dari kasta Brahmanalah yang mempunyai peran paling besar dalam proses masuknya agama dan budaya Hindu di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa Kitab Weda ditulis dengan Bahasa Sansekerta yang hanya dipahami oleh kaum Brahmana. Para Brahmana yang berasal dari pusat-pusat Hindu di dunia ini datang karena undangan para penguasa lokal yang ingin yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai agama Hindu. Para raja/penguasa pribumi tersebut adalah penganut kepercayaan animisme dan dinamisme sebelum datangnya pengaruh Hindu dan Budha.
2. Hipotesa Ksatria
Menurut teori yang diusung oleh C.C. Berg ini, agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh kaum ksatria (kaum prajurit kerajaan). Hal ini terjadi karena pada awal abad Masehi sering terjadi kekacauan politik di India sehingga sering terjadi perang antargolongan di negeri ini. Para prajurit perang yang terdasak musuh atau telah jenuh berperang akhirnya meninggalkan tanah air mereka. Diantara para ksatria yang mencari tempat pelarian ini, sebagian ada yang mencapai Indonesia. Mereka inilah yang kemudian membuat koloni dan beralkulturasi dengan penduduk lokal. Hal ini membuat semakin banyak masyarakat lokal yang menganut agama Hindu, pada perkembangan berikutnya, akhirnya lahirlah kerajaan Hindu di Nusantara.
3. Hipotesa Waisya
Menurut teori ini, kaum Hindu dari kasta Waisya adalah yang paling berjasa dalam penyebaran agama Hindu di Indonesia. Kaum Waisya adalah mereka yang berasal dari kalangan pekerja ekonomi seperti pedagang dan saudagar. Para pedagang yang berasal dari India atau pusat-pusat Hindu lain di Asia ini banyak melakukan hubungan dagang dengan masyarakat atau penguasa pribumi. Hali inilah yang membuka peluang bagi masuknya agama Hindu di Indonesia. Teori Waisya ini diprakarsai oleh Dr. N. J. Krom.
4. Hipotesa Sudra
Orang-orang yang tergolong dalam Kasta Sudra adalah mereka yang dianggap sebagai orang buangan. Kaum Sudra ini diduga datang ke Indonesia bersama kaum Waisya atau Ksatria. Karena datang dalam jumlah yang sangat besar, kaum Sudra inilah yang telah memberikan andil paling besar terkait masuknya agama Hindu ke Indonesia.
Meskipun disampaikan oleh para ahli, keempat teori diatas tetap mempunyai kelemahannya masing-masing. Hal tersebutkarena kitab Weda yang merupakan kitab suci agama Hindu ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan Pallawa yang notabene hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Kaum Ksatria, Waisya, dan Sudra tentu saja akan sangat kesulitan menyebarkan agama Hindu di Indonesia karena mereka tidak memahami Bahasa Sansekerta yang merupakan bahasa dalam kitab Weda. Namun demikian, menurut kepercayaan India kuno, kaum Brahmana tidak boleh menyeberangi lautan sehingga hampir mustahil untuk kaum Brahmana menyebarkan Hindu di Indonesia Secara langsung.
Karena keempat teori yang saya sampaikan diatas memiliki banyak kelemahan, maka muncullah teori lain yaitu teori arus balik. Teori ini dicetuskan oleh F.D.K Bosch, menurutnya Agama Hindu masuk ke Indonesia karena dibawa oleh orang Indonesia sendiri. Orang-orang Indonesia yang membawa Agama Hindu ke Indonesia ini berasal dari golongan pemuda yang memang sengaja dikirim oleh para penguasa pribumi untuk mempelajari agama Hindu dan Budha di India. Setelah selesai belajar di India, mereka kemudian pulang ke Nusantara lalu mulai menyebarkan agama Hindu atau Budha.
Langganan:
Komentar (Atom)